Sembilan Langkah Hindarkan Depresi

Sembilan Langkah Hindarkan Depresi

Sumber : mediaindonesia.com

PERNAHKAH secara tidak disadari, Anda menyeruput secangkir kopi dan menikmati biskuit cokelat saat merasa letih dan depresi? Jika benar ternyata Anda tidak melakukannya tanpa alasan. Kedua makanan ini mengandung zat kimia yang bisa meningkatkan energi dan membuat Anda merasa lebih nyaman. Jika mengonsumsi kopi dan biskuit cokelat berkepanjangan, tentu saja hal akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. Kopi yang terlalu banyak akan meningkatkan tekanan darah Anda dan biskuit cokelat juga potensial menciptakan lemak. Walaupun sesekali baik, apakah ini cara terbaik mengatasi segala stres dan kecemasan? Tentu tidak. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa membantu Anda memerangi depresi.

1. Jadikan karbohidrat seperti nasi, kentang, dan pasta sebagai makanan dasar  Anda tetapi konsumsi dalam porsi kecil beberapa kali sehari. Mulailah sarapan pagi Anda dengan protein (seperti daging, telur, mentega kacang, kacang-kacangan, dan keju) untuk mendapatkan sumber energi yang tahan lama. Selain itu, pastikan menambah serat yang akan membantu mengatur proses pencernaan sehingga menyediakan suplai energi yang konstan. Tambah asupan serat Anda dengan mengonsumsi sayur dan buah segar, roti dan sereal whole grain.

2. Olahraga teratur paling tidak selama 30 menit 3 kali seminggu. Jalan kaki mengelilingi lapangan atau seputar komplek di mana Anda tinggal merupakan pilihan yang baik. Olahraga ringan akan memperlancar aliran darah dan proses pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh (khususnya otak) sehingga akan membuat Anda lebih waspada dan sigap.

3. Kurangi asupan gula dan makanan olahan seperti donat. Gula akan menyebabkan penambahan energi secara cepat. Tapi dalam hitungan satu jam kemudian kadar gula darah akan turun. Jika kadar gula darah rendah, Anda akan kembali merasa depresi dan kurang energi.

4. Batasi asupan minuman seperti alkohol, teh, kopi, soda serta cokelat. Kopi akan membuat Anda lebih segar selama satu jam atau mungkin lebih, tapi selanjutnya Anda akan merasakan reaksi yang berlawanan. Kafein cenderung meningkatkan kadar insulin dalam darah, dan insulin akan menurunkan kadar gula darah. Jika kadar gula darah rendah, kesadaran diri dan kadar energi akan menurun. Kedua hal ini akan memicu depresi.

5. Hindari stimulan seperti rokok dan obat-obatan. Dengan berhenti merokok, Anda tidak perlu kesal lagi karena harus meninggalkan tempat kerja, rumah seseorang, restoran, atau tempat lain hanya untuk merokok.

6. Cobalah melakukan pijat aromaterapi, akupunktur, shiatsu atau refleksologi. Selain itu, cobalah menepati jadwal tidur Anda. Tidur yang cukup dan teratur pada waktu dan durasi yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik.

7. Jika Anda mengalami alergi makanan, ada baiknya berkonsultasi dengan pakar nutrisi. Ada kemungkinan, alergi ini bisa menjadi penyebab depresi.

8. Jika merasa diet Anda tidak mencukupi, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan suplemen multivitamin dan mineral yang tepat.

9. Beberapa obat herbal juga bisa meredakan gejala-gejala depresi. Tetapi, pastikan berkonsultasi dengan pakar yang tepat sebelum mulai menggunakan.

Advertisements

KDRT Vs Libido

KDRT Vs Libido

Sumber : kompas.com

KDRT adalah istilah populer tentang kekerasan fisik/psikis yang dilakukan salah satu anggota keluarga terhadap anggota keluarga lain.

Asosiasi orang terhadap istilah tersebut biasanya tertuju pada perlakuan kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap istri, walaupun tidak tertutup kemungkinan terjadi kasus sebaliknya, tindak kekerasan istri terhadap suami.

Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tidak hanya menyebabkan pecahnya gendang telinga istri, bibir robek, badan memar, tetapi sekaligus mendapat kekerasan emosional (KEDRT), seperti makian, cercaan, bentakan bertubi, dan pelecehan. Itu terjadi di rumah maupun di tempat ramai, bahkan di antara teman sepergaulan yang mengakibatkan luka batin mulai dari tingkat ringan, moderat, sampai intens pada istri.

Penderita KDRT fisik biasanya lebih cepat mengundang rasa kasihan keluarga atau kerabat karena tampak jelas penderitaan fisiknya, sementara penderita KEDRT lebih terselubung. Kebanyakan orang tidak menyadari dan memahami dampaknya. Kalaupun penderita mengeluh, banyak orang tidak percaya karena umumnya orang lebih menilai kondisi perkawinan melulu dari aspek fisik-materi. Biasanya orang akan mengatakan, ”Wah, dia kerjanya mengeluh terus. Padahal kurang apa dia, rumah punya, mobil ada, uang banyak, apa lagi sih?”

Libido adalah istilah yang dikenalkan psikoanalis Sigmund Freud untuk kekuatan energi biopsikofisik yang mendorong manusia bertumbuh dan berkembang. Libido seksual merupakan salah satu elemen libido itu sendiri. Libido seksual mengandung unsur gairah, sensitivitas, dan kepekaan sensomotorik yang memicu kadar ketertarikan erotis-seksual seseorang.

Bila dibandingkan dengan lelaki, pada perempuan libido seksual tersebut sangat dipengaruhi penghayatan emosional dan kehidupan perasaan.

Kasus

”… Sejak awal pernikahan, dia sudah mulai mengancam saya. Dia mengatakan, kalau saya tidak melarang keluarga saya mengunjungi orangtuanya saat malam menjelang perkawinan keesokan harinya, dia akan membatalkan upacara perkawinan kami.

Betapa kagetnya saya mendengar ancaman itu. Persiapan perkawinan sudah matang, undangan telah tersebar, dan hampir seluruh keluarga besar saya hadir. Saya mengambil sikap mengalah dengan harapan cara ancaman itu akan berhenti.

Nyatanya, hingga ulang tahun ke-10 perkawinan tahun ini, ancaman, bentakan, teriakan, dan makian tidak hentinya. Terkadang saya terdiam sambil menangis sakit hati, tetapi kemudian kesedihan saya tekan dan berusaha tetap mempertahankan perkawinan demi anak tunggal saya.

Ibu, dengan sikapnya yang seperti ini, terus terang kebencian saya terhadap dia menumpuk dan tak tersisa sedikit pun gairah erotis-seksual saya. Kalaupun terjalin relasi seksual, hanyalah karena sebagai istri saya wajib melayani kebutuhan suami. Sikap kurang bersemangat ini rupanya membuat dia tidak puas.

Dia pun selalu mengejek saya dan memanggil saya dengan sebutan ’jid’ dari asal kata frigid (dingin tidak bergairah). Dia tidak pernah menghargai saya, padahal hampir sebagian penghasilan saya, saya gunakan untuk membiayai urusan rumah tangga. Penghasilan saya memang lebih besar dan saya memahami dia harus memberi sokongan finansial kepada kedua orangtuanya yang sudah lansia.

Terus terang, Bu, terkadang timbul keinginan saya untuk diperlakukan dengan baik, lembut, mesra, sesekali diberi hadiah, serta sedikit disanjung….” Demikian L (39).

”… Sebetulnya dia suami yang ’baik’ dalam artian bertanggung jawab secara finansial, tidak pernah selingkuh. Tetapi, dia sangat kasar. Ada sedikit kesalahan saja dia akan membentak, marah, memaki, dan kata-kata ’goblok, tolol, bego’ dengan lancar keluar dari mulutnya.

Marahnya sering tidak terduga, meledak tanpa kendali. Demikian tidak terkendalinya, dia sampai hati mencerca saya dengan kata-kata kasar tersebut dengan suara keras walaupun di sekitarnya ada teman-teman yang sedang berkumpul untuk satu acara. Kedua anak saya pun sering menjadi sasaran makian dan cercaan. Kesalahan dalam menjawab arah jalan saja bisa membuatnya marah besar.

Tanpa saya sadari, kebencian terhadap dirinya menumpuk dalam hati sanubari saya. Dan Ibu, ketahuilah, gairah seksual saya semakin menurun dan menurun, padahal usia saya baru 45 tahun. Untuk hal ini pun sering dia memperolok saya, seperti ’gedebok pisang’. Saya takut anak saya yang lelaki (21) akan meniru perbuatan ayahnya tersebut dan memperlakukan istrinya seperti ayahnya memperlakukan saya, Bu,” demikian P.

Dari kasus di atas dan banyak kasus lain yang analog kita dapat menyimak, semakin tinggi perlakuan KEDRT dari suami, semakin menurun libido seksual istri dan semakin terpupuk kebencian istri terhadap suami. Artinya, perlakuan KEDRT menjadi bumerang bagi pelaku sehingga kebahagiaan, keutuhan kasih sebagai pasangan suami-istri, dan kepuasan pernikahan pun menjadi jauh dari jangkauan.

Hakikat seksualitas terletak pada kebahagiaan total oleh jalinan kasih sayang tulus, saling menghargai, menghormati, dan memerhatikan dalam ikatan perkawinan. Untuk mengharapkan cinta tulus dari pasangan perkawinan, kita harus mampu membuat diri kita dapat dicintai.

Jadi, kenapa kita tidak mawas diri dan mulai memperlakukan pasangan kita dengan kemesraan tulus penuh kasih, tidak dengan bentakan, makian, dan cacian berlanjut tanpa ujung.

Mandi Malam Bikin Rematik?

Mandi Malam Bikin Rematik?

Sumber : kompas.com

Jangan mandi malam, nanti bisa kena rematik, Kalau bisa hindari mandi malam, nanti sakit tulang. Petuah-petuah itu kerap kita dengar. Berkembang anggapan di masyarakat mandi saat malam hari dapat menyebabkan rematik atau nyeri persendian, benarkah demikian?

Menurut Dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialami masyarakat semata.

“Berangkat dari pengalaman orang, kalau terpapar dengan temperatur dingin rasa nyeri akan bertambah. Padahal tidak begitu,” ujarnya disela Media Gathering, di RS. Internasional Bintaro, Kamis ( 10/9 ).

Dr. Jony merasa heran anggapan tersebut dapat berkembang di masyarakat. Pasalnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara yang terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin.

Ia mengatakan, nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga. Dan bagaimana ia menggunakan persendiannya.

Meski demikian, ujarnya, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam.

Ia menyarankan, saat mandi malam, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Pasalnya, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. “Tak ada salahnya menggunakan air hangat jika suhu air terlalu dingin. Jangan terlalu ekstrim suhunya,” terang dia.

Ia mengatakan, suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda lima derajat celcius dengan suhu tubuh. “Suhu tubuh normal itu 36 derajat celcius, sehingga suhu air yang dapat diterima antara 29-30 derajat celcius,” kata dia.

Mengorok Berpotensi Kematian

Oleh : dr. Puteri Iskandar

Penelitian yang diketuai oleh Dr.Naresh Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS., menunjukkan sleep apnea meningkatkan risiko kematian dini pada orang dewasa dan orang tua. Hal ini terjadi karena penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga bisa terjadi henti napas. Tanda sleep apneayang paling mudah dikenali adalah tidur mendengkur.

Gangguan “henti napas saat tidur” atau sleep apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut dan tekanan darah. Ketika serangan datang tersebut, penderita apnea mengalami kesulitan bernapas bahkan berhenti bernapas saat tidur. Kematian seketika dapat terjadi ketika fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi.

Sayangnya orang-orang yang menderita masalah ini biasanya tidak menyadarinya. Kebanyakan pasien tidak mengingat bagaimana “perjuangan” mereka untuk bernapas setiap malam. Gejala-gejala yang dirasakan saat bangun berhubungan pada masalah tidur.

Hal tersebut disebabkan karena adanya hambatan / sumbatan aliran udara pada saat kita bernafas. Banyak faktor yang menyebabkannya, mulai dari daerah rongga hidung, rongga tenggorokkan, rongga mulut dan rongga kerongkongan / pernafasan.

GANGGUAN NAPAS SAAT TIDUR
Gangguan  napas saat tidur memiliki gambaran karakteristik yang bervariasi, mulai dari snoring/ mendengkur yang paling ringan hingga obstructive sleep apnea (OSA) yang mengancam jiwa. Pemahaman tentang obstruksi jalan napas atas telah mengalami perkembangan yang pesat dalam tiga dekade terakhir. Terdapat tiga sindrom yang berhubungan dengan obstruksi jalan napas atas, yaitu :

  1. Sindrom resisten saluran napas atas (Upper Airway Resistance Syndrome=UARS),
  2. Obstructive Sleep Hypopnea Syndrome (OSHS),
  3. Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS).

Ketiga sindrom tersebut memiliki persamaan gejala, yaitu rasa kantuk berlebihan di siang hari akibat obstruksi jalan napas atas yang berulang dan merupakan suatu kelanjutan dari proses penyakit yang didasarkan atas derajat obstruksi jalan napas. Obstruksi jalan napas parsial awalnya digambarkan dengan mendengkur, yang kemudian menjadi UARS, menjadi OSHS, dan akhirnya OSAS. Dua keadaan terakhir ini digabungkan menjadi obstructive sleep apnea hypopnea syndrome (OSA/HS).

Apnea adalah berhentinya ventilasi selama 10 detik atau lebih, hingga menyebabkan kondisi terjaga. Sedangkan hipopnea adalah berkurangnya aliran napas yang berhubungan dengan desaturasi oksihemoglobin, yang dapat menyebabkan terjaga dari tidur.

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME
Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) adalah gangguan tidur yang ditandai dengan adanya episode berulang sumbatan aliran napas atau berkurangnya aliran napas yang disertai beberapa gejala klinis termasuk rasa lelah yang berlebihan di siang hari.

Tingkat dan Lokasi obstruksi yang memungkinkan pada pasien dengan gangguan tidur

Data dari the Wisconsin Cohort Study mengindikasikan prevalensi OSA pada populasi di Amerika Serikat dengan usia 30-60 tahun adalah 9-24% untuk laki-laki dan 4-9% untuk perempuan. Prevalensi OSA diperkirakan mencapai 2% untuk perempuan dan 4% untuk laki-laki.

Sedangkan prevalensi OSAS pada populasi non Amerika baru dipelajari pada laki-laki dan telah ditemukan sebanyak 0,3% di Inggris dan 20-25% di Israel dan Australia.

Pencegahan
Penatalaksanaan OSA terdiri dari tiga kategori, yaitu modikasi perilaku, menggunakan alat bantu dan pembedahan. Modifikasi perilaku termasuk pengaturan posisi tidur, penurunan berat badan, pencegahan obat sedasi, alkohol atau makanan porsi besar tepat sebelum waktu tidur.

Cara-cara pencegahan sleep apnea sama dengan pencegahan mengorok. Pilihlah cara yang nyaman, diantaranya:

  • Latihan olahraga untuk memperkuat otot-otot dan mengurangi berat badan
  • Jangan minum alkohol sebelum tidur
  • Jangan minum obat penenang, obat tidur maupun anti histamin sebelum tidur
  • Tidur miring
  • Meninggikan bagian kepala dari tempat tidur sekitar 10 cm
  • Agar tidak mengganggu teman sekamar minumlah kola atau secangkir kopi sebelum tidur sehingga memberi kesempatan teman sekamar untuk tidur duluan
  • Menggunakan berbagai alat bantu yang ada. Dua alat bantu yang dapat digunakan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan mengurangi insiden gangguan napas saat tidur adalah positive airway pressure (PAP) dan alat bantu oral.
  • Tindakan operasi adalah pilihan terakhir yang dapat dilakukan untuk mengurangi penderita mengorok dan henti napas saat tidur.

Disamping itu, jika gangguan yang ada terpicu oleh latar belakangan keunikan anatomi, solusi yang ada yakni melangsungkan proses pembedahan. Tindakan pembedahan yang dapat dilakukan untuk memperluas jalan napas atas pada pasien dengan OSAS terdiri dari :

1). Operasi hidung,
2). Operasi palatum, dengan atau tanpa tonsilektomi,
3). Operasi reduksi pangkal lidah,
4). Operasi maksilomandibular,
5). Trakheotomi.

Kelima prosedur ini dipilih berdasarkan kelainan anatomi yang ditemukan, dengan tujuan untuk menghilangkan obstruksi parsial atau total aliran napas.

Source :http://www.klikdokter.com/article/detail/1230