Merencanakan kehamilan

 

 

Dengan mengetahui masa subur, tentu akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

  1. Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi
  2. Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum
  3. Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan intim untuk mendapatkan kehamilan
  4. Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas

Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu pada masa subur tetapi hubungan intim paling mungkin akan menghasilkan kehamilan pada hari-hari di mana terdapat lendir serviks dengan kesuburan tinggi, terdapat sensasi basah atau licin pada vulva, dengan lendir serviks yang transparan dan elastis.
Jumlah lendir subur paling banyak terjadi pada satu atau dua hari sebelum hari puncak dan merupakan waktu dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Hari puncak hari terakhir ketika lendir yang subur ada sering bersamaan dengan waktu ovulasi. Pergeseran suhu menyakinkan bahwa ovulasi sedang terjadi. Pada waktu tingkat kesuburan maksimum, serviks tinggi, pendek, lurus, lembek, dan terbuka dan mengalirkan lendir yang subur.

 

Continue reading

Cara Baru Deteksi Dini Kehamilan Ektopik

 

Oleh : dr. Dissy Pramudita
Klikdokter.com – Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika telur yang dibuahi oleh sperma berimplantasi dan tumbuh di luar dinding rongga rahim (endometrium).

Kehamilan ektopik, atau yang lebih dikenal sebagai hamil di luar kandungan, merupakan suatu kehamilan yang berisiko tinggi karena besarnya kemungkinan untuk terjadinya keadaan yang gawat selama perkembangan kehamilan, seperti terjadinya ruptur (robek) pada tempat berkembangnya janin diluar kandungan.

Pada kehamilan ektopik, janin dapat berkembang pada pada saluran telur (tuba falopii), pada leher rahim (serviks), pada indung telur (ovarium), dll. Rupturnya organ-organ tersebut dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan hal tersebut akan berisiko tinggi menyebabkan kematian bagi ibu hamil.

Di Inggris sendiri diketahui bahwa 5 orang wanita meninggal setiap tahunnya akibat komplikasi dari kehamilan ektopik. Bahkan pada negara berkembang, 1 dari 10 kehamilan ektopik akan berakhir pada kematian ibu.

Gambar  : Lokasi-lokasi pertumbuhan janin pada kehamilan ektopik.

Hingga saat ini kasus kehamilan ektopik sudah cukup sering ditemukan, yaitu sekitar 1 dari 28-329 wanita hamil mengalami kehamilan ektopik, namun penegakkan diagnosis kehamilan ektopik masih sulit untuk dilakukan secara dini dan akurat karena gambaran klinisnya yang sangat bervariasi dan tidak khas.

Atas dasar hal tersebut, para peneliti dari Universitas Edinburgh yang dipimpin oleh Dr. Andrew Horne melakukan sebuah penelitian untuk menemukan suatu metode penegakkan diagnosis dini kehamilan ektopik yang sederhana dan akurat.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 8 orang wanita yang menjalani pembedahan untuk terminasi kehamilan intrauterin (di dalam rahim), 6 orang wanita menjalani evakuasi janin dari rahim karena keguguran dan 11 orang wanita yang menjalani pembedahan karena kehamilan ektopik.

Jaringan endometrium (dinding rahim) mereka dikumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa desidua endometrium wanita dengan kehamilan ektopik mengekspresikan subunit beta-B lebih rendah dibandingkan dengan yang diekspresikan oleh desidua endometrium wanita dengan kehamilan normal ataupun keguguran. Subunit beta-B dapat dideteksi di sirkulasi sebagai activin B. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi protein activin B dalam sirkulasi akan menurun pada kehamilan ektopik.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction tersebut, para peneliti dari Universitas Edinburgh berharap protein activin B dapat digunakan sebagai kunci untuk diagonsis dini kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik yang telah terdiagnosis harus segera diakhiri untuk mencegah terjadinya ruptur organ.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat terhadap kasus kehamilan ektopik, diharapkan angka kematian ibu akibat kehamilan ektopik dapat diturunkan.[]

Sumber : http://kehamilan.klikdokter.com/subpage.php?id=3&sub=42

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)

Alat kontrasepsi bawah kulit atau dikenal juga dengan istilah implant progestin
umumnya berupa kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.

Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

a. Efektivitas
Kehamilan terjadi pada 0,05/100 wanita pada 1 tahun  penggunaan pertama
bKeuntungan
Sangat efektif, bekerja untuk jangka waktu lama
c. Kerugian
Membutuhkan prosedur  operasi kecil untuk pemakaian dan pelepasan, tidak melindungi dari PMS
d. Efek samping
Sakit kepala, payudara menjadi keras, peningkatan berat badan, kerontokan rambut, jerawat, perubahan mood, gangguan metabolisme lemak, hirsutisme, gangguan  menstruasi (memanjang, tidak teratur)
e.
Pengembalian kesuburan
Terjadi sekitar 1 bulan setelah kapsul diambil

Kontrasepsi patch

Patch

Kontrasepsi patch ini didesain untuk melepaskan 20µg ethinyl estradiol dan 150 µg norelgestromin. Mencegah kehamilan dengan cara yang sama seperti kontrasepsi oral (pil).

Digunakan selama 3 minggu, dan 1 minggu bebas patch untuk siklus menstruasi. Di Indonesia kontrasepsi ini belum ada.[]

Kontrasepsi Pil Progestin

Kontrasepsi Pil Progestin

Kontrasepsi pil progestin bekerja mencegah kehamilan dengan cara mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan silia saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Mini pil ini hanya mengandung progestin saja tanpa estrogen. Keefektifan berkurang bila pil tidak diminum di waktu yang sama setiap harinya.

Kontrasepsi ini diberikan pada wanita yang menginginkan kontrasepsi oral namun tidak bisa menggunakan pil kombinasi karena pengaruh estrogen dapat membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui.

  1. Efektivitas
    Kehamilan terjadi pada 0,5–5/100 wanita
  2. Keuntungan
    Mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil), menurunkan kejadian menoragia dan anemia. Dapat digunakan pada wanita menyusui. Mencegah terjadinya kanker endometrium, tidak memiliki efek samping yang berkaitan dengan estrogen (bekuan darah di vena tungkai)
  3. Kerugian
    Harus diminum di waktu yang sama setiap hari, kurang efektif dibandingkan pil kombinasi, membutuhkan resep dokter
  4. Efek samping
    Penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, bercak, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi
  5. Cara pemakaian
    Pil harus diminum setiap hari, termasuk di waktu haid. Sebaiknya pil diminum pada waktu yang sama
  6. Pengembalian kesuburan
    Cepat ketika pil dihentikan

Pil Kombinasi

Pil Kombinasi

Kontrasepsi pil kombinasi adalah pil yang mengandung sintetik estrogen dan preparat progesteron yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa serviks (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy).

Selain untuk kontrasepsi, pil kombinasi dapat digunakan untuk menangani dismenorea (nyeri saat haid), menoragia, dan metroragia. Pil kombinasi tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui, sampai minimal 6 bulan setelah melahirkan. Estrogen yang terdapat di dalam pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui, dapat mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam ASI. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu.

Wanita yang tidak menyusui harus menunggu setidaknya 3 bulan setelah melahirkan sebelum memulai pil kombinasi karena peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah di tungkai. Apabila 1 pil lupa diminum, 2 pil harus diminum sesegera mungkin ketika ingat, dan pack tersebut harus dihabiskan seperti biasa. Bila 2 atau lebih pil lupa diminum, maka bungkus pil harus tetap dihabiskan dan metode kontrasepsi lain harus digunakan, seperti kondom, untuk mencegah kehamilan.

Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan dengan syarat Ibu tidak sedang menyusui. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 minggu sebelum pil KB mulai digunakan.

Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB. Obat anti-kejang (fenitoin dan fenobarbital) dapat meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB.
Beberapa kondisi dimana kontrasepsi pil kombinasi tidak boleh diigunakan adalah pada wanita dengan kondisi :

  • Kehamilan
  •  Menyusui atau kurang dari 6 minggu setelah melahirkan
  • Usia >35 tahun dan merokok 15 batang sehari
  • Faktor risiko multipel untuk penyakit jantung (usia tua, merokok, diabetes, hipertensi)
  • Tekanan darah sistolik ≥ 160 atau TD diastolik ≥ 100 mmHg
  • Riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
  • Operasi besar dengan istirahat lama di tempat tidur
  • Kelainan serebrovaskular
  • Migrain dengan atau tanpa gejala neurologi fokal (dengan aura), stroke
  • Riwayat kanker payudara
  • Sirosis dan kanker hati
  1. Efektivitas
    kehamilan terjadi pada 0,1–5/100 wanita
  2. Keuntungan
    sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, dan mengurangi nyeri haid
  3. Kerugian
    tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter
  4. Efek samping
    mual, nyeri tekan pada payudara, pertambahan berat badan, sakit kepala, perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila pil kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun)
  5. Cara pemakaian
    Pil diminum setiap hari secara teratur, pil pertama diminum pada hari kelima siklus haid, dianjurkan agar meminum pil pada waktu yang sama, contoh : pagi hari (setelah bangun tidur). Bila satu pil lupa diminum, telan segera setelah ingat. Jika lupa 2 pil berturut-turut, minum 2 pil segera ketika ingat dan 2 pil lagi pada waktu biasanya pada hari berikut, dan gunakan alat kontrasepsi lain (contoh : kondom).

    Ada dua cara meminum pil kombinasi, yaitu memakai sistem 28 atau sistem 21-22. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo).  Pada hari pertama haid, pil yang inaktif mulai diminum.

    Sedangkan sistem 21-22, diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari 1 pil terus-menerus, kemudian dihentikan jika isi bungkus habis. Jadi, dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial). Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya terjadi withdrawal bleeding dan pil dalam bungkus kedua dimulai hari ke-5 dari permulaan perdarahan. Apabila tidak terjadi withdrawal bleeding, maka pil dalam bungkus kedua mulai diminum 7 hari setelah pil dalam bungkus pertama habis.

  6. Pengembalian kesuburan
    ketika dihentikan maka kesuburan akan kembali seperti semula. Kesuburan ini bervariasi, dalam waktu 3-12 bulan setelah dihentikan maka tidak ada perbedaan kesuburan antara wanita yang memakai kontrasepsi pil dan yang tidak memakai.[]

Kontrasepsi Suntikan

Kontrasepsi Suntikan

Maksud istilah kombinasi disini adalah suntikan Estrogen-Progesteron. Dengan diberikan secara intramuskular setiap bulan, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat dan 5 mg estradiol cypionat. Siklus menstruasi terjadi lebih stabil setiap bulan.

  1. Efektivitas
    kehamilan terjadi pada 0,3/100 wanita
  2. Keuntungan
    mula kerja cepat dan sangat efektif, bekerja dalam waktu lama, tidak mengganggu menyusui, mengurangi rasa nyeri dan haid yang keluar, dapat dipakai pada hari ke 3 – 5 pasca persalinan, dan segera setelah keguguran
  3. Kerugian
    meningkatkan berat badan karena nafsu makan yang meningkat, lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga haid sedikit, bercak atau tidak haid sama sekali, perdarahan tidak menentu, suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS
  4. Efek samping
    peningkatan berat badan, rambut rontok, tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi (umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea (1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun
  5. Pengembalian kesuburan
    tidak selama kontrasepsi suntikan progestin.[]