Penting buat pemain rt/rw net

images (1)

KEBODOHAN-KEBODOHAN YANG MENDASARI PENGGUNAAN BOOSTER
Bp Pujo Mulyono ini adalah seorang aktivis dan pemerhati masalah IT khususnya dunia wireless dan networking dari Malang.Beliau punya opini bahwa penggunaan Booster adalah solusi yang bodoh, kenapa demikian? Simak yukkkk!!!!
Analogi
komunikasi radio, khususnya wifi, nggak ada bedanya dengan kita berkomunikasi
sesama manusia dalam kehidupan sosial yang sebenarnya. untuk berbicara
diperlukan mulut (tx power + antena gain), untuk mendengar diperlukan telinga
(rx sense + antena gain).

 

ukuran mulut dan ukuran telinga sama dgn Antena gain
intensitas suara yang keluar dari mulut sama dengan tx power
kepekaan suara yg ditelinga sama dgn rx sense
Masalah dan Solusi

Masalah real 1 : banyak halangan Line Of Sight sehingga intensitas sinyal
diterima menjadi lemah, solusi bodoh PASANG BOOSTER!

Solusi real 1 : Buatlah tower halangan Line of Sight bisa
diminimalisir, sehingga komunikasi bisa lancar

Analogi 1 : anda berbicara dengan tetangga sebelah rumah, tapi nggak mau keluar
ruangan dan memilih teriak-teriak dari dalam kamar, jika lawan bicara anda juga
berada dalam kamar dan memilih teriak-teriak juga, apakah tidak membuat
tetangga terganggu? tetangga yang marah bisa saja mendatangi anda sambil
menghadiahkan bogem mentah. tentu akan lebih baik jika anda melongok melalui
jendela dan berbicara dengan tetangga sama sama dari jendela bukan?

Masalah Real 2
==============
Signal wifi diterima cukup bagus, tetapi komunikasi data rusak, hal ini
disebabkan interferensi yang terlalu tinggi sehingga signal milik banyak pemain
wifi saling tumpang tindih, saling injak, mirip dengan istilah “jamming atau
“jim jiman yang digunakan para Breaker di ORARI. Solusi Bodoh, PASANG BOOSTER!
karena punya anggapan bodoh bahwa siapa yang paling kuat sinyalnya dia lah yang
akan menang.

Solusi Real 2
==============
Tumpang tindihnya signal wifi bisa diminimalisir dengan cara merubah polarisasi
antena. terdapat empat polarisasi antena yang bisa digunakan yaitu : vertikal,
horisontal, miring 45 derajat (kiri) dan miring 45 derajat (kanan). Dan carilah
channel wifi yang paling bersih memalui uji traffic di setiap channel, pilihlah
yang bisa dilalui traffic data paling besar dengan packet loss paling rendah.

Masalah Real 3
==============
Hotspot user semakain bertambah (mekar) dan beberapa user lama mulai drop
sinyalnya, dari semula sinyal strength/quality diterima bagus menjadi turun
10-50%, pindah pindah channel pun tidak mengatasi masalah, user mulai komplen
dah, yang punya hotspot jadi puyeng dan mengambil solusi bodoh PASANG BOOSTER!

images (9)
Solusi Real 3
==============
memang benar, bahwa seiring bertambahnya waktu dan bertambahnya user akan ada
penurunan signal strength dan signal quality, selain karena disebabkan
penambahan client juga disebabkan semakin banyak pemakai wifi. solusinya yang
tepat adalah mengunakan 3x sectoral 120 derajat dengan 3 access point yg
bekerja pada ch 1,6,11. dengan penggunaan sectoral akan memperkuat jangkauan
(otomatis signal strentg/quality juga naik), atau mulai memindahkan dedicated
user ke dari semula PTMP menjadi PTP
Masalah Real 4
===============
User terlalu banyak, channel yang tersedia di 2.4 terlalu sedikit, hampir atau
bahkab semua channel sudah dipakai (faktanya hanya 3-4 channel yg bener2 tdk
saling mengganggu, yang lain semua overlapping frekuensinya) sehingga
interferensi di tower sendiri pun banyak. Solusi bodohnya : Beberapa pelanggan
yang mengeluhkan gangguan link dicoba diatasi dengan memasang booster!

Solusi real 4
=============
Bermodalkan GPS kita bisa mendapatkan data mengenai : koordinat lokasi
pelanggan dan jarak dari tower NOC. Lalu bikin tabel user yang isinya : nama
user, derajat (jika ditembak dgn kompas), jarak dari tower, channel yg
digunakan, bandwith yang dialokasikan.
Lalu kita bikin diagram berbentuk lingkaran, dengan titik pusat lingkaran
adalah Tower, bikin kontur lingkaran untuk jarak, misal 1km, 2km, 3km dst…
lalu dengan menggunakan busur kita petakan lokasi user dan ditarik garis dari
titik pusat. Gunakan warna-warna yang berbeda untuk membedakan user pada garis
yang hampir berhimpitan.
Nah, dari diagram tersebut kita bisa tahu kepadatan user dan signal beamnya.
berdasarkan diagram tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah untuk
melakukan tindakan :
1. User yang arahnya sama, jika menggunakan PTP bisa digabung menjadi satu,
khususnya jika bandwithnya tidak terlalu besar, maka bisa digabungkan dalam
satu Access Point
2. sesuai no.1 jika user tersebut memerlukan bandwith yg besar dan
masing-masing tetap menggunakan PTP maka pilihlah channel yang tdk saling
overlapping
3. sesuai no.2 jika menggunakan ch yg saling overlapping, maka gunakan
polarisasi antena ptp yang berbeda utk meminimalkan interferensi.
4. user yang arahnya saling bertolak belakan 180 derajat jangan menggunakan
channel yg sama/overlapping
5. sesuai no.4 jika terpaksa overlapping maka gunakan polarisasi antena yang
berbeda
6. prioritaskan user yang memerlukan bandwith besar (misal 512kbps) dari
gangguan interferensi dengan cara membebaskan channel dari digunakan user lain
di tower yg sama.
7. gabungkan user-user kecil dalam satu acess point, jika beamnya berhimpitan,
maka gunakan antena grid, tapi jika beamnya cukup lebar maka gunakan antena
sectoral.
Masalah
=======
anda pusing, salah satu client anda bermasalah, dari sejak awal instalasi
selalu saja ada packet loss, latency gede, padahal signal bagus, tapi data
lewat rusak. ada apa gerangan? karena sdh kehabisan cara, anda ambil solusi
bodoh pasang booster dengan harapan masalah bisa diselesaikan.
solusi
=======
coba anda perhatikan di sisi client, adakah medan listrik/elektromagnetik yang
cukup besar? apakah client anda lokasinya berdekatan dgn Saluran Listrik
tegangan Tinggi? apakah monitor komputer di tempat pelanggan anda bergoyang?
Data akan mengalami distorsi cukup hebat jika terjadi interferensi dari medan
listrik. jangankan signal radio, packet data lewat kabel UTP saja bisa rusak!
Khusus untuk peralatan radio yang ditempatkan berdekatan dgn medan listrik
tinggi, lakukan hal sebagai berikut :
1. groundingkan tower
2. gunakan box logam yg tergrounding dengan baik (terhubung ke tower yg sdh ada
ground-nya)
3. jika tower/box tdk punya ground, bungkus radio dengan aluminium foil dan
sambungkan dengan body konektor pada radio wifi anda.
4. gunakan kabel STP (jangan UTP) untuk meredam interferensi pada kabel
5. untuk tower yang tidak diground (grounding penangkal petir ada, tapi
terisolasi dengan tower) maka sambungkan tower anda dengan ground. biasaya
tower yang dibikin di ruko tdk digrounding dengan baik.
khusus utk meredam gangguan medan listrik di peralatan komputer dalam ruangan
lakukan langkah sbb :
6. pasang shield di sisi bangunan yang menghadap dengan kabel listrik tegangan
tinggi. shield disini berbentuk sangkar/jeruji yang digroundkan untuk meredam
gangguan medan listrik pada gedung
7. gunakan atap seng yang digroundkan, fungsinya utk shield juga
attention buat yg mau buka warnet/kantor yang berbasis pada teknologi IT :
“hindari bangunan yang berdekatan langsung dengan Saluran Tegangan Tinggi
Sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/forum/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: