Pendukung Lennon Memperingati 30 tahun Kematiannya

Tom Brook

BBC News, New York
John Lennon

Pendukung Lennon memperingati 30 tahun kematiannya
Tom Brook adalah wartawan Inggris pertama yang melaporkan langsung dari tempat pembunuhan Lennon di luar rumah bekas anggota Beatles di New York pada tanggal 8 Desember 1980. Dia melakukan kilas balik peristiwa penembakan tersebut.
Pada malam hari tanggal 8 Desember 1980 itu saya adalah wartawan muda tidak berpengalaman yang baru tiba di New York dari London. Saya sama sekali tidak siap menghadapi peristiwa besar yang akan terjadi.
Impresario pop Jonathan King menelepon larut malam. Saat itu dia adalah kolumnis BBC Radio 1 yang tinggal di New York. Dia memberitahu bahwa dirinya mendengar sejumlah laporan tentang penembakan di luar Dakota, rumah Lennon, dan mantan anggota Beatles tersebut kemungkinan menjadi korban.
Saya segera naik taksi melalui 8th Avenue dan tiba di Dakota setelah jam 11 malam dengan membawa alat rekaman dan buku catatan.
Tom Brook

Tom Brook kembali ke tempat kejadian minggu ini
Jalan sudah ditutup dan menjadi sepi. Sejumlah mobil polisi berada di luar pintu masuk Dakota, beberapa orang mulai berkumpul.
Beberapa menit sebelum tiba di gedung, Lennon segera dibawa ke Rumah Sakit Roosevelt – diatas bahu polisi. Dr Stephan Lynn dan timnya di ruang gawat darurat bekerja keras untuk membuatnya tetap hidup.
Beberapa hari lalu Dr Lynn menceritakan apa yang terjadi di ruang tersebut. "Tidak ada tanda-tanda kehidupan, tidak ada tekanan darah, tidak ada denyutan. Dia tidak bereaksi. Kami membuka dada kiri. Saya melakukannya dengan menggunakan pisau scalpel.
"Saya memegang jantungnya di tangan saya sementara para perawat melakukan transfusi darah. Saya berusaha memijat jantung sementara darah mengalir ke dalam tubuhnya. Kami mengetahui tidak mungkin menghidupkan kembali peredaran darah, tidak mungkin memperbaiki cedera parah semua pembuluh darah di tubuhnya."
Di luar Dakota saya berusaha menghubungi rekan kerja di Broadcasting House London sebelum dini hari.
Saat itu tidak ada acara makan pagi di televisi, radio menguasai udara tetapi komunikasi internasional tidak berjalan lancar. Tidak terdapat internet, email, sms, telepon genggam, dan sulit menelepon langsung London.
Dari kotak telepon umum tidak jauh dari Dakota saya dapat menghubungi acara Today. Editor acara malam meminta saya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan memastikan pukul 6.30 pagi saya sudah siap menyiarkannya.

Mengatasi emosi

Saya kembali ke kerumunan orang yang sekarang semakin besar. Saya mencatat komentar berbagai orang. Salah satu orang yang menangis dan berduka adalah wanita muda dari Inggris yang mengatakan "Perut saya seperti ditinju". Kata-kata itu sangat mewakili perasaan semua orang.
Catatan Tom Brook

Catatan Tom Brook tentang pembunuhan John Lennon
Saya mendesak penjaga malam di gedung seberang Dakota untuk mengizinkan saya menggunakan teleponnya agar saya dapat mengirim rekaman komentar ke London. Saat itu sulit mengirim suara ke London.
Anda harus membuka tempat bicara pesawat telepon kemudian memasang jepit khusus yang dihubungkan ke tape recorder. Hal yang sulit dilakukan tetapi malam itu semua berjalan lancar.
Penjaga gedung menolak saya mengganti pembayaran biaya telepon ke London yang begitu besar. Dia tidak mau dibayar karena dirinya sangat mencintai John Lennon dan musiknya.
Tidak lama kemudian saya melakukan siaran langsung. Saya sangat menyukai John Lennon. Musik dan syairnya sangat menyentuh.
Saat siaran, pembawa acara Today, Brian Redhead, mendesak saya untuk merinci laporan dan saya ingat mengakhiri pertanyaannya dengan kata-kata:" … dan sekarang dia telah meninggal." Saya berbicara dengan tenang, tetapi saya dikejutkan oleh kata-kata saya sendiri. Saya sepertinya akan kehilangan kontrol diri.
Saya menyimpan sejumlah catatan dari malam itu. Setelah itu saya harus melapor untuk siaran Radio 4. Setiap saya menulis naskah data-datanya berubah dengan cepat sehingga saya harus melakukan banyak perbaikan.
Banyak tulisan yang sulit dibaca. Saya sangat stres dan ceritanya sangat melibatkan emosi.
Kerumunan orang terus membesar. Ratusan orang berkumpul. Mereka datang ke Dakota dengan menangis, membawa lilin, menyanyikan lagu-lagu Lennon, mereka berjaga semalaman.

Keluarga berduka

Yoko dan Sean Lennon

Sean Lennon sulit menghadapi peringatan kematian ayahnya
Beberapa hari lalu saya mengetahui bahwa bagi salah satu kenalan Lennon yang terkenal – penyanyi dan penulis lagu Amerika, James Taylor: "Saya menjadi terkejut sekarang, saya tinggal di gedung dekat Dakota dan saya mendengar suara tembakan – lima kali, secepat anda menarik pelatuk, sekitar lima ledakan. Pembunuhnya menabrak saya di stasiun kereta, tepat di depan 72nd Street sehari sebelumnya.
"Pria itu mendorong saya ke tembok, dia berkeringat dan mengatakan hal-hal yang tidak jelas. Apa yang akan dia lakukan, ketertarikan John terhadap barang-barangnya, dan dia akan berusaha menghubungi John Lennon. Sangat aneh bertemu dengan orang tersebut 24 jam sebelum dia membunuh John."
Yoko Ono memerlukan waktu cukup lama sebelum dapat berbicara di depan umum tentang malam itu. Saya mewawancarainya sebelum peringatan dua tahun meninggalnya Lennon di tahun 1982.
Bagi Yoko, suaminya sepertinya masih hidup. Dengan tenang dia mengatakan:"Dia masih hidup, dia masih bersama kita, jiwanya akan tetap hidup. Anda tidak dapat membunuh orang lain dengan begitu mudah, seperti itulah perasaan saya."
Sean Ono Lennon, anak laki-laki Yoko dari John Lennon, baru beumur lima tahun saat ayahnya dibunuh. Dia ada di rumah Dakota saat pembunuhan.
Catatan Tom Brook Sulit bagi Sean untuk menghadapi peringatan ini: "Dia sudah meninggal 30 tahun lalu, dan di saat-saat seperti ini saya cenderung berusaha mencari ibu saya untuk memastikan dia dalam keadaan sehat walafiat. Pada dasarnya saya ingin memastikan dia dalam keadaan baik."
Peringatan meninggalnya Lennon menyebabkan penggemarnya dan orang-orang terkenal dunia musik kembali memperlihatkan kekaguman mereka.
Penyanyi kelompok musik U2, Bono, yang pada saat penembakan berada di New York mengatakan: "Saya mengetahui bahwa saya tidak akan menjadi yang sekarang ini tanpa dia, kehidupan saya sebagai seniman dibentuk Lennon dan saya akan berhenti menegaskan betapa besar pengaruh musiknya terhadap saya."
Tetapi Lennon kemungkinan tidak terlalu menyukai berbagai pujian ini.
Dalam salah satu wawancara penting yang diterbitkan Playboy dia mengatakan: "Saya tidak ingin mengenang masa lalu. Saya tidak mempercayai yang sudah lewat. Saya hanya tertarik dengan apa yang saya lakukan sekarang."
John Lennon kemungkinan tidak ingin memikirkan masa lalu tetapi jika mengamati semua acara peringatan yang dilakukan, jutaan orang, 30 tahun setelah dia meninggal, masih sangat tertarik dengannya dan musiknya.
(bbc/bbc)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: