Calo Gentayangan di Stasiun Gambir

Calo Gentayangan di Stasiun Gambir

Jakarta (ANTARA) – Tiket perjalanan kereta api H-1 sampai H-7 telah habis terjual tetapi tiket yang dinyatakan habis itu ternyata pindah ke tangan calo, tentunya dengan harga jual yang sangat fantastis.

"Mau beli tiket, Pak," bisik seorang calo di dekat tempat parkir taksi Stasiun Gambir, Senin (16/8).

Untuk memikat calon pembelinya, Jono, calo tiket itu, berpromosi dengan mengatakan sanggup menyiapkan tiket sesuai keinginan konsumen.

"Keretanya apa? Waktu keberangkatannya kapan? Semuanya, bisa saya penuhi," kata lelaki bertubuh gemuk yang mengaku tinggal di Senen.

Jono, menjelaskan, profesi sebagai calo tiket telah dilakoni sejak berapa tahun lalu, karena pantang mengatakan tidak kepada calon pembeli.

"Memang mau berangkat pakai kereta apa dan waktu keberangkatannya kapan," kata Jono lagi.

Ketika disebut tiket KA Argo tujuan Surabaya keberangkatan H-3, dengan tanpa banyak pikir, Jono langsung mengatakan ada dan harganya Rp750 ribu per helai.

"Nggak mahal, kok. Semua tiket juga harganya segitu," sergah Jono untuk menutup keraguan calon pembeli tiketnya.

Melihat kebolehannya memenuhi keinginan calon pembeli, harga yang ditawarkan Jono sebetulnya tidak mahal. Sebab, sehari sebelumnya, calo tiket lainnya berani mengatakan tiket tersebut sudah tidak ada lagi. Kalau ada harganya juga Rp750 ribu.

Ditangan calo, semua harga tiket KA lebaran, sama, tidak hitung jarak tempuh lagi.

KA Argo, yang harga resminya, berkisar antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu, dihargai Rp750 ribu. Begitupun dengan tiket lebaran Gajayana, Bima, Sembrani, dan Taksaka.

Dengan berlakunya sistem penjualan Online, cara kerja calo juga meningkat. Walau beroperasi di Stasiun Gambir, bukan berarti calo hanya bisa menjual tiket kereta api yang berangkat dari Gambir, tiket kereta api lebaran yang keberangkatan dari Stasiun Senen, juga tersedia.

Tiket ke Purworejo yang seharusnya Rp250 ribu dijual Rp500 ribu, Sawunggalih Rp250 ribu dijual Rp500 ribu, Gumarang Rp220 ribu dijual Rp500 ribu, Bangunkarta Rp450 ribu dijual Rp750 ribu, Senja Kediri Rp250 ribu dijual Rp500 ribu, Fajar Semarang Rp170 ribu dijual Rp500 ribu, dan sebagainya.

Uniknya, calo mengaku tiket yang ada ditangannya bukan dibeli dengan sistem online. "Wah saya nggak tahu kalau sistem online bermasalah dan sulit dihubungi, saya nggak pernah menggunakan sistem online," ungkap Jono.

Jono juga menambahkan, ia baru tahu kalau ada telepon 121 sebagai sarat mutlak atau bukti booking, membeli tiket dengan sistem online.

Sayang Jone, tidak mau mengungkap dari mana ia mendapatkan tiket. Aksi tutup mulut juga dilakukan, rekan Jono lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: